• Cougar

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Lions

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Snowalker

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Howling

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Sunbathing

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Posts tagged: Durio zibetinus

KARAKTER MORFOLOGI DURIAN SUKUN (Durio zibetinus)

Kata Kunci: Durio zibetinus, genetik, morfologi

Endang Yuniastuti
LPPM UNS, DP2M, Penelitian, Hibah Pekerti, 2009

Durian sukun (Durio zibetinus ) merupakan salah satu komoditas buah yang menjadi incaran masyarakat terutama yang menyukai buah durian. Durian sukun memiliki bentuk dan ukuran sedang dengan daging buah yang tebal karena biji buah tidak berkembang sempurna. Selain karena rasa buahnya yang manis dan enak, buah durian sukun juga memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Buah durian sukun berasa manis dan memiliki aroma yang kuat, warna kuning menarik serta memiliki aroma sedang hingga kuat.
Permasalahan yang utama dalam tanaman durian sukun adalah produksi dan kualitas yang masih rendah dan beragam diantara sentra-sentra produksi durian yang ada di Indonesia. Produktivitas yang rendah ini disebabkan kurang diperilahara dengan baik serta usaha pembudidayaan yang tidak tepat. Lambatnya pertumbuhan tanaman durian dan tidak adanya regenerasi atau pembibitan yang baru menyebabkan tanaman durian yang ada hanya sebagai warisan yang turun-temurun.
Strategi pemuliaan tanaman durian sukun lebih cenderung untuk meningkatkan produktivitas tanaman, saat ini lebih banyak diarahkan untuk pembibitan dan produksi buahnya. Sedangkan, untuk melakukan pemuliaan dan perbanyakannya belum banyak dilakukan karena masih mengandalkan okulasi. Durian sukun memiliki biji yang tidak berkembang sempurna (kempes) menjadikan bibit tanaman durian sukun dihasilkan dari proses okulasi dengan batang atas durian sukun, sedangkan batang bawah menggunakan jenis durian lain yang memiliki perakaran dan sifat batang yang baik dan unggul. Strategi pemuliaan lebih lanjut belum dilakukan secara optimal dan terpadu. Informasi genetik secara fenotipik dan genotipik masih terbatas, sehingga dalam pengembangannya masih jauh dari yang diharapkan. Apabila dilakukan pemuliaan yang lebih serius akan menghasilkan suatu jenis yang lebih unggul dan menarik.
Informasi genetik sangat dibutuhkan untuk menyusun strategi pemuliaan. Salah satu informasi genetik yang dapat diamati adalah berdasarkan karakter morfologi. Karakater morfologi merupakan analisis fenotipik yang diamati berdasarkan penampilan morfologi.