• Cougar

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Lions

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Snowalker

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Howling

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Sunbathing

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Posts tagged: Ekonomi

Peningkatan Profesionalisme dan Kemandirian Mahasiswa Melalui Magang Kewirausahaan di Perusahaan Peternakan Sapi Potong CV. Argo Liman Wonogiri dalam Menghadapi Persaingan Kerja dan Mencetak Calon Wirausaha Baru

Kata kunci: magang kewirausahaan, peternakan, sapi potong.

Chamdi, Achmad Nur; Sihombing, Ginda; Pratitis S.S., Wara*)
Fakultas Pertanian UNS, Pengabdian, Dikti, Magang Kewirausahaan, 2007.

Tujuan kegiatan Magang Kewirausahaan (MKU) ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan penjiwaan kewirausahaan di kalangan mahasiswa, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan kalangan masyarakat di perusahaan, dan memacu motivasi kewirausahaan mahasiswa untuk menjadi calon wirausaha baru dalam bidang usaha peternakan sapi potong.
Kegiatan Magang Kewirausahaan tersebut telah dilakukan di perusahaan peternakan sapi potong CV. Argo Liman, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri pada tanggal 3 – 24 September 2007. Jumlah peserta magang sebanyak 10 mahasiswa Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian UNS Surakarta. Proses pemagangan tersebut dimulai dari tahapan seleksi, pembekalan, pemagangan, dan penyusunan makalah pengamatan khusus. Hasil magang menunjukkan bahwa pelaksanaan magang tersebut mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa di bidang wirausaha sapi potong, yang ditandai dengan keaktifan mahasiswa mengikuti semua kegiatan yang meliputi aspek pemeliharaan ternak, perkandangan ternak, pakan ternak, penanganan dan pemasaran telur, pemanfaatan limbah peternakan, penanganan kesehatan ternak, dan manajemen personalia dan administrasi, serta tersusunnya makalah pengamatan khusus selama proses pemagangan. Disimpulkan bahwa pelaksanaan Magang Kewirausahaan tersebut tercapai sesuai tujuan dan target yang telah ditetapkan.

Pengembangan Wawasan dan Keterampilan Wirausaha Mahasiswa Melalui Kegiatan Magang di Rumah Potong Ayam (RPA) Modern Royan Chicken Yogyakarta.

Kata kunci : Rumah Potong Ayam (RPA), Magang Kewirausahaan (MKU)

Riyanto, Joko; Widyaswati, Susi Dwi*)
Fakultas Pertanian UNS, Pengabdian, Dikti, Magang Kewirausahaan, 2007.

Konsumen daging membutuhkan daging Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) dari Rumah Potong Ayam (RPA). Akibat kemajuan teknologi, peningkatan taraf pendidikan dan pendapatan maka pola konsumen daging berubah yaitu cenderung membeli daging ayam dari ready to cook  menjadi ready to eat. Pemilihan RPA Royan Chicken Yogyakarta sebagai tempat magang mempunyai pertimbangan kapasitas 2.000-3.000 karkas per hari, masuk kategori industri prosesing karkas skala menengah atas dan klasifikasi B, mempunyai NKV 11-347104-B, sertifikat Halal dari MUI dan Lembaga Konsumen Muslim Indonesia, akreditasi dari Dirjen Peternakan sebagai RPU klasifikasi B, sertifikat HACCP (Hazzard Analysis Criticl Control Point) dari Mc Donald Nasional dan Internasional, Sahwali Award 1996 dari Pusat Informasi dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Produk RPA Royan Chicken Yogyakarta sebagai suplai utama karkas ayam broiler untuk perusahaan waralaba Mc Donald, Texas Yogyakarta, Californian Fried Chicken, Hero Supermarket, restoran Wendys, Kindys, Hotel dan catering Gedung Agung Yogyakarta. RPA Royan Chicken Yogyakarta merupakan RPA modern karena menerapkan pengetahuan dan teknologi prosesing ayam broiler yang modern dan skala usaha besar. Manajemen produksi dan pemasaran sudah berorientasi pada perkembangan IPTEKS
Sebanyak 75 orang mahasiswa Fakultas Pertanian berbagai jurusan telah mengikuti Kuliah Umum dengan tema Pengembangan wawasan dan keterampilan wirausaha mahasiswa melalui kegiatan magang di rumah potong ayam (RPA) modern oleh nara sumber General Manajer (Drs. H. Joko Saryanto, MM) 29 Agustus 2007 di Aula Fakultas Pertanian UNS. Diwawancara 20 orang peserta (37,5%) yang telah mengikuti Kuliah Umum sebagai calon peserta magang. sebanyak 6 orang peserta yang layak dan memenuhi syarat sebagai peserta magang dengan komposisi 4 orang jurusan Peternakan dan 2 orang jurusan PKP. Telah dilaksanakan magang di RPA Modern Royan Chicken Processing di Yogyakarta selama 7 hari dengan hasil seluruh peserta dinyatakan lulus. Telah diselesaikan laporan akhir kegiatan magang di Royan Chicken Processing yang dibuat oleh semua peserta dan disahkan dosen pembimbing Telah dibuat rencana usaha pendirian rumah potong ayam kapasitas 100 ekor perhari dengan fasilitas sederhana dan 500 ekor perhari dengan fasilitas semi-modern masing dikerjakan oleh 3 orang peserta. Telah ditetapkan bahwa dari 6 peserta (100%) magang kesemuanya dinyatakan lulus dan layakan mendapatkan sertifikat Magang. Telah diselesaikan laporan akhir MKU dari tim MKU dilampiri laporan akhir pelaksanaan MKU dan rencana usaha pendirian RPA.

Magang Peningkatan Ketrampilan dan Keahlian di Bidang Usaha Pembibitan dan Pengembangan Anggrek Untuk Mempersiapkan Lulusan Berwirausaha

Kata kunci : magang, berwirausaha, agronomi, agrobisnis

Hartati, Sri;  Praswanto; Uchyani F, Rhina*)
Fakultas Pertanian UNS, Pengabdian, Dikti, Magang Kewirausahaan, 2007.

Masalah yang dihadapi oleh lulusan Jurusan Agronomi maupun agrobisnis adalah keengganan dan ketidakberanian untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja sendiri terutama dalam bidang pertanian dengan sistem berkelanjutan. Akar permasalahannya adalah rendahnya ketrampilan profesi (professional skill), tanggung jawab dalam melakukan tugas, kemampuan manajerial dan berorganisasi, kemampuan berinteraksi, berpikir kritis, kreativitas dan imaginasinya dalam pengembangan profesi, serta penguasaan pemahaman akan peluang pasar bidang pertanian yang disebabkan oleh rendahnya teknologi informasi yang mendukung profesi. Dengan kegiatan magang kewirausahaan ini mahasiswa (dalam kelompok-kelompok) dilatih untuk meningkatkan ketrampilan profesinya. Selain itu penguasaan teknologi informasi sangatlah penting untuk mendapatkan peluang agrobisnis dan menginformasikan hasil produknya dalam jangkauan yang tidak terbatas, baik pada pasar lokal, regional maupun internasional. Tujuan kegiatan magang kewirausahaan ini antara lain agar mahasiswa mampu melakukan kegiatan-kegiatan terpadu budidaya anggrek meliputi budidaya  anggrek, persilangan anggrek, perbanyakan melalui kultur jaringan dan agribisnis anggrek; meningkatkan pengetahuan kewirausahaan mahasiswa pada sektor pertanian; dan memacu motivasi berwirausaha mahasiswa yang berminat menjadi wirausaha setelah selesai studi.

Program MKU : Magang Kewirausahaan Berbasis Prinsip Integrated Farming System untuk Mempersiapkan Lulusan Berwirausaha.

Kata kunci :     MKU, integrated farming system, low external input ustainable agriculture (leisa).

Mukhtar, Ashry; Suharto; Supriyadi*)
Fakultas Pertanian UNS, Pengabdian, Dikti, Magang Kewirausahaan, 2007.

Telah dilakukan Program Magang Kewirausahaan dengan judul : “Magang Kewirausahaan Berbasis Prinsip Integrated Farming System untuk Mempersiapkan Lulusan Berwirausaha”. Mitra magang kegiatan ini adalah PT. Lembah Hijau Multifarm (LHM) Surakarta, sebuah perusahaan yang berbasis Integrated Farming System, menggunakan prinsip Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA). dengan memadukan jenis usaha pertanian tanaman pangan, hortikultura dan tanaman hias dengan jenis usaha peternakan dan perikanan.
Tujuan program magang ini adalah meningkatkan pengetahuan kewirausaha-an, memacu motivasi dan kemandirian serta tingkat ketrampilan mahasiswa dalam berwirausaha, meningkatkan pengetahuan praktis kewirausahaan dosen pembimbing, dan menciptakan keterkaitan dan kesepadanan antara ilmu pengetahuan di perguruan tinggi dengan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah meningkatnya motivasi, pengetahuan, kemandirian dan ketrampilan mahasiswa yang antara lain ditunjukkan oleh kemampuan masing-masing peserta menyusun proposal rencana usaha yang bberbasis ilmu pengetahuan.
Dapat disimpulkan bahwa program ini sangat memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen pembing dan mitra magang, sehingga dipandang perlu adanya kelanjutan program Magang Kewirausahaan ini.

Menumbuhkembangkan Budaya Kewirausahaan Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Dan Teknik Industri Di Bidang Bisnis Produk Pengecoran Logam

Kata kunci: KWu, pengecoran logam, bisnis plan.

Susmartini, Susi;  Diharjo, Kuncoro*)
LPPM UNS, Pengabdian, Dikti, Kuliah Kewirausahaan, 2007

Tujuan kegiatan KWu ini adalah menumbuhkembangkan budaya kewirausahaan mahasiswa, menciptakan calon wirausaha baru di bidang produk cor logam, memberikan gambaran sukses wirausaha di bidang produk cor logam, mendidik mahasiswa untuk membuat analisis bisnis plan, memperpendek masa tunggu kerja lulusan dengan berwirausaha, dan mengembangkan materi mata kuliah kewirausahaan yang Iebih dekat dengan dunia usaha. Tahap awal pelaksanaan KWu adalah sosialisasi program dan pendaftaran peserta. Tim KWu melakukan koordinasi dengan pemateri dari kalangan industri. Materi yang harus disampaikan pun disesuaikan dengan rancangan materi yang telah disusun oleh Tim KWu. Pemateri dari kalangan akademisi adalah Tim KWu dan pemateri dari online casino LPPM UNS. Materi perkuliahan utama terdiri dari materi kewirausahaan umum dan materi wirausaha khusus di bidang cor logam. Pelaksanaan u perkuliahan dilakukan dengan mengkombinasikan pemateri akademisi dan praktisi secara bergantian, dengan metode penyampaian semi-seminar. Perkuliahan ini juga dilakukan pembelajaran langsung di industri dengan melakukan kunjungan lapangan. Evaluasi kegiatan yang dilakukan meliputi evaluasi keberhasilan bagi maliasiswa dan evaluasi pelaksanaan kegiatan bagi Tim KWu dan pemateri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Peserta KWu telah memiliki jiwa wirausaha, yang dltunjukkan oleh keinginan peserta untuk melihat secara Jangsung kegiatan wirausaha di kawasan industri cor logam dan keberhasilan pembuatan bisnis plan. Keberhasilan menciptakan calon wirausaha baru di bidang produk cor logam berhasil hingga batasan pembuatan bisnis plan. Gambaran sukses wirausaha yang iebih nyata di bidang produk cor logam sudah dltunjukkan oteh para pemateri dari industri, Sebagai contohnya adalah keberhasilan wirausaha di bidang pengumpulan besi/ baja rongsok dan keberhasilan wirausaha pendinan industri cor logam di Sulawesi. Peserta mampu membuat analisis bisnis plan, khususnya di bidang produk pengecoran logam. Masa tunggu kerja lulusan dengan berwirausaha bclum dapat dievaluasi karena masih membutuhkan waktu evaluasi yang Iebih lama lagi hingga peserta sudah lulus dan berhasil. Materi mata kuliah kewirausahaan dalam kegiatan ini dapat dikatakan sudah dekat dengan dunia usaha yang nyata.