• Cougar

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Lions

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Snowalker

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Howling

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Sunbathing

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Posts tagged: pariwisata

Pelatihan Strategi Meraih Keunggulan Kompetitif Dalam Pembangunan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Berbasis “Tecno-Economic Preneur”

Sebagai rangkaian  DIES NATALIS Universitas Sebelas Maret Surakarta yang ke -39  Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Pariwisata (PUSPARI ) LPPM UNS,  akan mengadakan pelatihan yang bertema ” Strategi Meraih Keunggulan Kompetitif Dalam Pembangunan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Berbasis “Techno-Economic Preneur“.

Pelatihan ini diadakan untuk memberi pengetahuan dan ketrampilan seluruh stake holder/pemegang kewenangan kepariwisataan tentang, Strategi Meraih Keunggulan Kompetitif Dalam Pembangunan Destinasi Pariwisata Berkelajutan Berbasis Techno-Economic Preneur,  maka  Pusat Studi  Penelitian dan Pengembangan Pariwisata (PUSPARI) LPPM Universitas Sebelas Maret Surakarta membuka dan menawarkan pelatihan yang diselenggarakan  pada:

  • Tanggal : 20 Maret - 05 April 2015 (Program Weekend)
  • Tanggal : 10 April - 13 April 2015 Field Study Ke Bali
  • Tempat : LPPM Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Jam : 16.00 - 17.30 WIB (SESI 1) 18.00 - 19.30 WIB (SESI 2)
  • Registrasi : 15 Februari - 15 Maret 2015 dengan menunjukkan bukti Transfer

Read more »

Pemberdayaan Perempuan Pengrajin Gerabah di Kabupaten Pacitan untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga dan Mendukung Pengembangan Pariwisata Daerah

Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, kerajinan gerabah, pariwisata.

Margana; Supriyadi, Slamet*)
LPPM UNS, Penelitian, DP2M, Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas Nasional, 2009

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk merumuskan dan menerapkan model pemberdayaan perempuan pengrajin gerabah di Desa Purwoasri Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan mendukung pengembangan pariwisata daerah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan dukungan data kualitatif dan kuantitatif. Teknik cuplikan yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball. Data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, pengamatan lapangan, metode simak dan diskusi kelompok terarah (FGD). Data dianalisis dengan teknik analisis model interaktif, internal-eksternal dan tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Pacitan memiliki potensi untuk mengembangkan kerajinan gerabah sebagai komoditas unggulan daerah Kabupaten Pacitan. Permasalahan yang dihadapi oleh perempuan pengrajin gerabah di Kabupaten Pacitan antara lain berkaitan dengan bahan baku pembuatan gerabah seni, SDM, desain, model, pewarnaan dan finishing, peralatan produksi, promosi dan pemasaran, serta permasalahan lingkungan hidup.
Kebutuhan perempuan pengrajin gerabah di Kabupaten Pacitan terutama berkaitan dengan upaya mengembangkan kapasitas dan kompetensi di bidang pembuatan kerajinan gerabah. Selama ini kegiatan usaha di bidang pembuatan kerajinan gerabah telah mampu meningkatkan perekonomian keluarga para perempuan pengrajin. Selain itu juga telah dilakukan upaya oleh pihak-pihak terkait (stakeholder) untuk memberdayakan perempuan pengrajin gerabah di Kabupaten Pacitan. Proses dan hasil produksi kerajinan gerabah telah direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata alternatif di Kabupaten Pacitan. Kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam memberdayakan perempuan pengrajin gerabah untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan mendukung pengembangan pariwisata daerah antara lain telah diakomodasi oleh beberapa instansi/dinas/badan pemerintah, seperti Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Pacitan, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Pacitan, serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pacitan.
Model pemberdayaan perempuan pengrajin gerabah di Kabupaten Pacitan untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan mendukung pengembangan pariwisata daerah yang disusun bersama dengan seluruh komponen stakeholder di Kabupaten Pacitan adalah “Model Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia” atau Human Resources Competence Improvement Model (HRCIM). Model tersebut menggarisbawahi pentingnya mengupayakan peningkatan kompetensi (pengetahuan dan keterampilan) perempuan pengrajin gerabah dalam menghasilkan produk gerabah seni yang berkualitas sehingga mampu bersaing di pasaran yang lebih luas, baik pasar domestik maupun pasar internasional (ekspor).

Revitalisasi Seni Pertunjukan Tradisional Reyog Ponorogo sebagai Identitas Budaya Nasional melalui Pengembangan Pariwisata

Kata-kata kunci: Revitalisasi, reyog Ponorogo, budaya nasional, pariwisata.

Warto; Sugiarti, Rara
LPPM UNS, Penelitian, DP2M, Hibah Kompetitif Penelitian Strategis Nasional, 2009

Tujuan umum penelitian ini adalah merumuskan rekomendasi strategi revitalisasi seni pertunjukan tradisional reyog Ponorogo sebagai identitas budaya nasional melalui pengembangan pariwisata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan memanfaatkan sumber primer dan sekunder. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, pengamatan lapangan, dan metode simak. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Data dianalisis dengan teknik analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Reyog Ponorogo memiliki nilai-nilai kultural yang khas dan memiliki pendukung yang cukup besar. Selama ini Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah melakukan upaya revitalisasi seni reyog melalui berbagai kegiatan, seperti menyelenggarakan festival reyog nasional, pentas reyog bulan purnama, serta pengiriman kelompok kesenian reyog ke luar daerah. Demikian pula, masyarakat Ponorogo telah berpartisipasi secara aktif dalam mengembangkan kesenian Reyog Ponorogo. Revitalisasi reyog juga dibangun melalui sinergi antara Reyog Ponorogo dengan kegiatan pariwisata. Namun, ada beberapa hal yang menghambat revitalisasi reyog, misalnya adanya desakan budaya modern, pembakuan seni reyog Ponorogo, keterbatasan anggaran, berkurangnya minat masyarakat, dan semakin terbatasnya bahan dasar pembuatan alat reyog terutama bulu merak dan kulit harimau. Strategi untuk merevitalisasi Reyog Ponorogo ditempuh melalui berbagai cara, antara lain mengemas seni Reyog Ponorogo menjadi atraksi wisata minat khusus, meningkatkan kualitas penampilan seni Reyog melalui berbagai institusi pendidikan seni, mengembangkan pedoman standar sebagai acuan pementasan seni Reyog Ponorogo, memasukkan seni Reyog ke dalam muatan lokal di sekolah, dan mengembangkan kantong-kantong seni Reyog melalui pendampingan yang intensif untuk mendukung pengembangan desa wisata berbasis seni pertunjukan tradisional.

Community Based Sebagai Model Pengembangan Ekowisata

Perubahan paradigma pemerintahan kearah penerapan prinsip desentralisasi, sangat kuat berhembus di beberapa daerah. Pemerintah Daerah berlomba-lomba memacu untuk terus meningkatkan Penghasilan Asli daerah (PAD). Dalam mengusahakan peningkatan PAD tersebut hampir seluruh pemerintah daerah mengusakan sektor pariwisata sebagai andalannya. Read more »

Ekowisata Lebih Prospektif

Salah satunya kebutuhan manusia adalah kebutuhan rekreatif. Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas hidup, maka dalam perkembangannya kebutuhan rekreasi ini telah banyak mengalami perubahan orientasi. Masyarakat yang semakin peduli terhadap masalah-masalah kerusakan lingkungan dan hancurnya tatanan kehidupan masyarakat tradisional, melirik pada hal-hal yang lebih natural. Read more »