Kata kunci : Etanol, biji sorghum, SSF.

Dyartanti, ER., Artati, EK., Fadilah
LPPM UNS, Penelitian, DP2M, Hibah Bersaing, 2009

Pembuatan etanol melalui reaksi sakarifikasi dan fermentasi secara simultan dari tepung sorgum (Sorghum bicolor L. Moencl) dengan menggunakan enzim glukoamilase dan Saccharomyces cerevisiae. Reaksi sakarifikasi dan fermentasi simultan adalah reaksi pembentukan glukosa dan etanol terjadi bersama-sama dalam satu tempat. Waktu untuk sakarifikasi dan fermentasi simultan adalah 72 jam pada suhu 35 oC dengan menambahkan 4 gram dry yeast (Saccharomyces cerevisiae) dan enzim glukoamilase dengan kecepatan shaker 200 rpm, setelah dilakukan liquifikasi selama 1,5 jam pada suhu 95oC dengan menambahkan 2 ml enzim alpha-amilase. Dari penelitian ini diperoleh bahwa Pada reaksi simultan sakarifikasi dan fermentasi (SSF) pembuatan etanol dari biji sorgum terjadi reaksi simultan pembentukan glukosa dari pati (sakarifikasi) dan reaksi pengurangan glukosa menjadi etanol (fermentasi), glukosa sisa yang ada pada substrat semakin berkurang menunjukkan laju reaksi fermentasi glukosa menjadi etanol lebih cepat dari reaksi sakarifikasi pati menjadi glukosa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa Pada reaksi simultan sakarifikasi dan fermentasi (SSF) pengaruh variasi penambahan konsentrasi katalis enzim glukoamilase (aspergillus niger) dan variasi penambahan yeast terhadap konsentrasi glukosa sisa reaksi SSF, untuk kisaran enzim glukoamylase (1,2,4, dan 8 ml) dan kisaran yeast (2,4, dan 8 gram ), pada konsentrasi substrat 12 %, suhu reaksi 35OC, pH 4,5 dan yeast menunjukkan hasil glukosa terkesil pada penambahan katalis enzim glukoamylase 8 ml dan yeast 8 gram.
Pada proses pemurnian produk dengan metode adsorbsi pmenggunakan adsorbent zeolit pada kolom unggun tetap dengan kondisi operasi optimum, kadar etanol umpan 95,5 %, suhu etanol umpan 78-80 oC, ukuran adsorben (zeolit) -100+200 mesh, berat adsorben 200 gram, didapatkan kadar produk ( bioetanol ) 99,3 %.