Kata kunci: Metode regenerasi, sistem adsorben, surfaktan kationik, montmorilonit, kromat.

Kus Sri Martini, Ashadi, dan Sulistyo Saputro*)
LPPM UNS, Penelitian, DP2M, Fundamental, 2009

Penelitian ini mengembangkan sistem adsorben surfaktan kationik dengan penyangga montmorilonit lokal untuk menanggulangi limbah logam berat. Berbeda dengan adsorben konvensional berbahan tunggal (zeolit dan arang aktif) yang memiliki respon sangat rendah terhadap polutan bermuatan negatif dan non polar, sistem adsorben yang dikembangkan memiliki keunggulan kompetitif karena berdaya serap tinggi terhadap jenis tersebut. Disamping itu, sistem adsorben surfaktan kationik-montmorilonit juga memiliki sisi positif antara lain tidak beracun, tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (lower toxicity, less environmental impact), ketersediaan bahan baku yang melimpah (abundance of raw material), serta prospek pengembangan ke arah komersial yang sangat terbuka (commercially feasible). Penelitian diusulkan selama 2 tahun. Fokus kajian tahun pertama meliputi sintesis sistem adsorben serta pengembangan cara-cara regenerasi adsorben menggunakan H2O2 5%, KH2PO4 0,01 M dan, NaOH 0,1 M dan Na2CO3 0,28 M. Morfologi permukaan adsorben sebelum dan sesudah regenerasi dikaji dengan SEM, serapan surfaktan oleh montmorilonit secara kuantitatif ditentukan melalui isoterm adsorpsi, sedangkan kuantitas logam berat ditentukan dengan AAS-GF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Sistem adsorben surfaktan kationik berpenyangga montmorillonit Boyolali mampu meremediasi anion logam berat kromat dalam limbah, daya adsorpsi adsorben surfaktan terhadap ion kromat meningkat dengan meningkatnya konsentrasi adsorbat dalam larutan, 2) Reagen-reagen H2O2 5%, KH2PO4 0,01 M dan, NaOH 0,1 M dan Na2CO3 0,28 M dapat digunakan dalam regenerasi adsorben-surfaktan dengan teknik pencucian, serta Reagen KH2PO4 0,01M merupakan reagen terbaik untuk regenerasi kromat dari adsorben – surfaktan, bersifat ramah lingkungan dan memiliki daya regenerasi yang cukup besar yaitu sebesar 26,8%.