Kata Kunci : Penggemukan, sapi, suplementasi

Joko Riyanto
LPPM UNS, Penelitian, KNRT, Insentif Peningkatan Kapasitas IPTEK Sistem Produksi, 2009

Ternak sapi potong telah ditetapkan sebagai komoditas unggulan prioritas penghasil daging di Indonesia (RPPK, 2005). Peternakan sapi di Indonesia sebagian besar merupakan usaha peternakan rakyat, mampu memberikan kontribusi sekitar 80-90 persen terhadap produksi daging nasional. Kontribusi daging sapi sekitar 23 % dari total konsumsi daging terhadap produksi daging nasional. Rata-rata laju peningkatan konsumsi daging sebesar 5,2 % per tahun tidak mampu diimbangi dengan laju peningkatan produksi yang bertumbuh sekitar 2 % per tahun. Sapi Simental-Peranakan Ongole (SimPO) merupakan sapi hasil Backcrossing antara Sapi Simental termasuk exotic breed dengan Sapi Peranakan Ongole merupakan salah satu sapi potong yang banyak digemukkan oleh peternak dengan sistem feedlot. Kabupaten Boyolali yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil susu dari sapi perah FH ternyata menyimpan potensi sebagai gudang sapi potong bagi Propinsi Jawa tengah. Namun menghadapi kendala diantaranya manajemen feedlot masih dilaksanakan dengan cara konvensional, menurunnya tingkat kesuburan lahan hijauan dan kurangnya pasokan sapi bakalan. Hal ini merupakan faktor penyebab kesejahteraan peternak sulit meningkat. Permasalahan tersebut dapat diatasi secara simultan dengan menerapkan pola integrasi tanaman dan ternak berkelanjutan (Integrated Sustainability Farming System) melalui pendekatan Zero Waste-LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture). Program Insentif Percepatan Difusi dan Pemanfaatan Iptek dari Kementrian Riset dan Teknologi Rl ini telah dilaksanakan di kelompok tani-ternak “Sambi Mulyo” Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali bulan Januari-November 2009. Kelompok beranggotakan 25 orang peternak dengan total Sapi SimPO 74 ekor. Penggemukan sistem feedlot selama 120 hari perperiode atau 3 kali/tahun. Tujuan untuk (a), mendorong percepatan dan perluasan komersialisasi produk inovatif melalui usaha penggemukan sistem feediot sapi SimPO skala peternakan rakyat, (b). meningkatkan kemampuan dan produktivitas usaha peternakan kelompok tani-temak “Sambi Mulyo” Boyolali melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta membina usaha yang berkelanjutan, (c) meningkatkan kemampuan sumber daya manusia lokal di daerah dan mendekatkan lembaga pendidikan tinggi dengan usaha peternakan rakyat, (d). menumbuhkan budaya peherapan hasil penelitian perguruan tinggi secara komersial dan berkelanjutan, (e). membina kerjasama dengan sektor swasta, koperasi dan sektor pemasaran, (f). memberikan peluang pengembangan penelitian dan timbulnya inovasi dengan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, (g). mempercepat proses pengembangan sistem budaya kewirausahaaan (enterpreneurship) di perguruan tinggi, dan (h). memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pupuk di Indonesia khususnya dalam bidang limbah organik berbasis feses dan urin sebagai komoditas baru sumber tambahan pendapatan. Sasaran untuk diproduksi sapi potong jenis Simental jantan yang unggul dan performan berkualitas (efisien penggunaan pakan, laju pertambahan berat badan harian tinggi, biaya pakan rendah) siap jual dan siap potong; penggunaan jerami fermentasi dan suplementasi konsentrat pemacu pertumbuhan (GPC=Growth Promoted Concentrate) berbasis bahan pakan lokal; dihasilkan pupuk organik padat dari feses dan pupuk organik cair dari urin sapi sebagai sumber tambahan pendapatan; usaha feedlot ditingkat pedesaaan berlangsung ramah lingkungan dan berkelanjutan melalui penerapan Zero Waste System dan LEISA (Low External Input Suistanable Agricultural; dijalin hubungan kerja sama antara dunia usaha penggemukan sapi feedlot dengan pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masysarakat Universtas Sebelas Maret serta Lembaga Pemerintahan dan Swasta; dan terlaksana program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNS dalam rangka aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi Metode pelaksanaan dilakukan perbaikan manajemen pakan, limbah feses dan urin, perkandangan, pembukuan dan pemasaran. Pelaksanaan program melipuji tahap persiapan (investasi ternak, renovasi kandang, pembelian peralatan, dan bahan baku, pelaksanaan kegiatan sosialisasi program, penyuluhan, pelatihan, proses produksi, penerapan bagi hasil dengan peternak, pengolahan hasil dan pemasaran, monitoring dan evaluasi, pelaporan dan presentasi hasil kegiatan. Kegiatan didasarkan pada penerapan teknologi terhadap proses penggemukan sistem feedlot dan produksi pupuk organik padat (feses) dan cair (urin) berazaskan Zero Waste (usaha peternakan tanpa limbah) melalui pola integrasi pertanian-ternak terpadu berkelanjutan. Keberianjutan pengelolaan program dan/atau asset setelah selesai kegiatan dilaksanakan menggunakan penerapan perjanjian berkelanjutan bagi hasil dalam bentuk kesepakatan kerjasama antara kelompok tani-ternak “Sambi Mulyo” dengan Tim LPPM UNS. Formulas’! bagi hasil hasil pertambahan nilai jual dibagi 70% untuk kelompok temak dan 30% untuk Tim. Rincian 70% diperuntukkan untuk peternak 60%, operasional dan pengembangan modal usaha kelompok 5% dan biaya medikasi 5% Telah diproduksi hasil penggemukan sistem feedlot Sapi Simental siap potong dengan berat akhir yang dicapai setelah 120-150 hari berkisar 450 – 500 kg dari berat badan berat badan awal sapi 330-380 kg dengan hasil pertambahan berat badan harian sebesar 1,0-1,2 kg per hari. Komposisi pakan penggemukan terdiri dari 70% hijauan (jerami padi fermentasi) dan 30% (konsentrat).Konsentrat diberi nama Konsentrat Pemacu Petumbuhan (GPC=Growth Promoted Concentrate) diberikan sebagai konsentrat supelementasi pakan penguat berupa onggok 70%, bekatul 25% dan molases 5%. Komposisi GPC tersusun dari 5 % urea, 20 % molases, 30 % bungkil kedelai, 5 % bungkil sawit, polar 39 % dan mineral 1 %. Jerami padi fermentasi dan konsentrat diproduksi sendiri oleh peternak. Jerami padifermentasi dibuat menggunakan starter Starbio. Bahan baku konsentrat berasai dari bahan lokal yang dicampur menggunakan mesin pencampur kapasitas 600 kg/jam dengan sumber daya bensin. Kandang dibuat sistem kandang kelompok dilengkapi dengan sarana dan prasarana penampungan dan pembuatan pupuk organik padat berbahan feses dan pupuk organik berbahan urin. Metode dekomposisi produksi menggunakan bahan 65% feses, 20% starter Stardect dan penambahan 10% abu dapur, 5% kapur matang. Urin dibuat menjadi produk pupuk organik cair dengan penambahan 8% empon-empon (lengkuas, temu ireng, jahe, kencur, kunir, sambiloto, dan sereh), 2% molases, 0,1% starter dalam 100% urin. Usaha penggemukan Sapi Simental sistem feediot diperoleh keuntungan Rp 801.500 perekor perbulan dengan tingkat keuntungan sebesar 52% pada tingkat keuntungan selama 4 bulan dan 46% pada tingkat keuntungan perbulan dan layak diusahakan dengan nilai B/C = 1,3 dan R/C = 0,3. Kedua pupuk organik menjadi sumber tambahan keuntungan hingga 29 % perbulan dan meningkatkan 6% nilai B/C dan 26% nilai R/C. Usaha penggemukan feediot Sapi Simental pada usaha peternakan rakyat beriangsung tanpa limbah dan ramah lingkungan. SDA Kecamatan Sambi dan SDM Kelompok “Sambi Mulyo” sangat berpotensi dikembangkan menjadi kelompok peternak andalan. Rekomendasi untuk kelangsungan usaha feediot “Sambi Mulyo” sebagai sumber pendapatan bagi petemak maka masih diperlukan pendampingan teknis terutama aspek pemasaran, masih diperlukan penguatan modal dari berbagai sumber investasi dan kerjasama baik dari swasta maupun pemerintah