“Berdasarkan identifikasi dan observasi, kami nyatakan bahwa ISO 9001:2008 masih layak melekat pada LPPM UNS”, tutur Basuki Widodo, Lead Auditor ISO 9001:2008 dari Global Solution saat closing meeting survaillance audit periode 2 tahun 2010 kemarin (4/8) bertempat di ruang sidang LPPM UNS lt. 2.

Basuki juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan penelitian baik yang didanai DIPA UNS maupun non DIPA UNS sangat bagus ditinjau dari output nya. Namun dokumen-dokumen pendukung seperti proposal atau TOR, jadwal kegiatan, presensi maupun notulen belum ada.

Dengan kekurangan pendokumentasian tersebut, Basuki menawarkan solusi kepada top leader maupun wakil manajemen mutu ISO 9001:2008 dan juga pusat studi yang diaudit untuk segera membuat daftar induk rekaman atau arsip mengenai kegiatan penelitian dan pengabdian secara menyeluruh baik yang berkaitan dengan TOR atau proposal, kontrak, laporan, daftar hadir, dan notulen dalam owner yang berwarna-warni sebagai identitas tiap pusat studi di LPPM UNS yang berjumlah 20 pusat, pembuatan profil harus sesuai dengan borang akreditasi, serta pengarsipan surat keluar dan masuk secara kontinyu.

“LPPM diharapkan bisa mengadakan internal audit terhadap penataan arsip di pusat studi”, tambah Basuki.

Prof. Dr. Sunardi, MSc, Ketua LPPM UNS yang sekaligus top leader manajemen mutu ISO 9001:2008 bagi LPPM UNS mengungkapkan bahwa standar operasional yang saat ini dijalankan masih disekitar ranah pelayanan administrasi belum menyeluruh hingga pusat studi, penelitian dan pengembangan di bawah LPPM yang sekarang ini jumlahnya 20.

“Kami akan menindaklanjuti usulan Pak Bas (lead auditor) untuk mengadakan sosialisasi pembuatan SOP, flowchart hingga form-form pendukung kegiatan P2M kepada pusat yang diaudit yang selanjutnya keempat pusat ini bisa mentransfer ke pusat lainnya”, ungkap Prof. Sunardi.

“Dan kami juga akan melaksanakan audit internal terutama bagi pusat studi di bawah naungan LPPM UNS setelah sosialisasi pembuatan form-form dan dokumen”, tambahnya.

“Harapannya form atau dokumen yang telah disusun dapat menjadi landasan sekaligus sebagai rekam jejak pelaksanaan P2M yang berbasis ISO”, harapnya.