Deputi Kompetensi Kelembagaan Kementrian Riset dan Teknologi RI bekerjasama dengan LPPM-UNS telah menyelenggarakan “Sosialisasi Program Pengembangan Pusat Unggulan Iptek”, pada tanggal 10 Juni 2011 di Ruang Sidang I LPPM-UNS.

Pada presentasi tentang Pusat Unggulan Iptek, Kepala Bidang Program Asisten Deputi Kompetensi Kelembagaan, Drs. Yohan, M.Si. menyampaikan bahwa Indeks daya saing Indonesia menurut Global Competitiveness Index (GCI) yang dimuat dalam The Global Competiveness Report 2010-2011 yang diterbitkan oleh World Economic Forum pada tahun 2010, menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat 44 dari 139 negara. Salah satu dari 12 pilar daya saing yang diukur adalah daya inovasi, di mana Indonesia menempati urutan ke-36. Salah satu upaya untuk meningkatkan daya inovasi dan daya saing Indonesia adalah melalui program penguatan Sistem Inovasi Nasional (SINas).

Dalam rangka penguatan SINas adalah penguatan kelembagaan iptek,  Kementerian Riset dan Teknologi mengeluarkan serangkaian kebijakan, di antaranya kebijakan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan iptek melalui kegiatan Pengembangan Pusat Unggulan Iptek. Pusat Unggulan Iptek yang dimaksud dapat berupa organisasi yang berdiri sendiri maupun berkolaborasi dengan organisasi lainnya dalam bentuk konsorsium dan melaksanakan kegiatan-kegiatan riset pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin dengan standar hasil yang sangat tinggi serta relevan dengan kebutuhan pengguna iptek.

Berikut kami lampirkan Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan IPTEKS, silahkan di-download: pedoman-pu-iptek