Didalam perkembangannya, pada tahun 2012 UNS ditunjuk sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi anggota konsorsium pengembangan penelitian mobil listrik nasional (Molina) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Sebelas Maret pun mendapat hibah riset dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DP2M) DIKTI tahun 2012-2013 dan selanjutnya tahun 2013-2014, UNS mendapatkan hibah dari program Rispro Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI untuk penelitian dan pengembangan baterai mobil listrik. Penelitian pengembangan ini terus berlangsung sampai sekarang dengan pendanaan dari program riset penugasan pengembangan mobil listrik nasional yang dibiayai oleh LPDP tahun 2014-2015.


Menindaklanjuti capaian dari Tim peneliti Molina dan Baterai Lithium UNS, Badan Standardisasi Nasional yang diwakili bapak Bendjamin B Lauhenapessy ,tanggal 25 – 28/8/2015 bertempat di Presroom LPPM UNS dan Lab.Penguji Fakultas Teknik, mengadakan presentasi dan kunjungan ke laboratorium penguji baterai dalam rangka penyusunan draft kerjasama Standart Nasional Indonesia (SNI) komponen Mobil listrik. Dalam diskusi hadir Ketua LPPM UNS Prof.Sulistyo Saputro,Ph.D dengan Tim peneliti pengembangan Molina yang diketuai Prof. Muhammad Nizam, Ph.D, kerjasama yang akan dilakakukan dalam waktu dekat antara LPPM UNS dan BSN adalah kerjasama terfokus tentang perkembangan Standar Nasional Indonesia yang berbasis pada komoditi unggulan atau Sektor prioritas yang merupakan produk-produk unggulan di daerah Solo maupun Jawa Tengah, sehingga dengan demikian UNS dengan tugas pengabdiannya pada masyarakat ada korelasi kebutuhan dengan pengembangan standarisasi nasional dengan tujuan untuk membangun industri di lingkungan Solo dan Jawa Tengah dan sekaligus menjadi tugas utama perguruan tinggi

Sebagai langkah awal dalam mengembangkan Standar Nasional Indonesia (SNI), BSN menawarkan beberapa program kerjasama dengan berbagai lembaga Perguruan Tinggi diantaranya dengan UNS, dari pertimbangan untuk itu UNS lebih tepat masuk program pengembangan baterai mobil listrik. Untuk tahun 2016 BSN memfokuskan  2 (dua) komponen utama mobil listrik, yaitu modul baterai listrik dan pack baterai listrik. Untuk itu perlu disiapkan laboratorium untuk penguji komponen terkait dengan infrastruksur dan SDM, dengan tujuan jika SNI jadi diterapkan maka laboratorium UNS nantinya akan ditunjuk sebagai salah satu laboratorium rujukan untuk pengujian dari komponen mobil listrik, namun persyaratan masih ada yang harus dipenuhi yaitu harus diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk pengujian komponen mobil listrik, sehingga terkait dengan penunjukan Lab. Penguji UNS itu oleh Kementerian terkait itu menjadi basis kalaupun memang itu menjadi regulasi sektor terkait, maka Lab penguji UNS dengan ruang lingkup pengujian komponen mobil listrik siap untuk bersaing didalam perdagangan bebas. (Humas LPPM)