Agam, Sumatra Barat — Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian berbasis dampak dengan melaksanakan Program Pemulihan Layanan Dasar Pascabencana Banjir Bandang Agam pada 18–25 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Malalak Timur dan Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat.
Program pengabdian tanggap darurat ini dipimpin oleh Prof. Ir. Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM, dan dilaksanakan melalui kolaborasi antara UNS, Universitas Andalas (UNAND), serta dukungan HIPELKI (Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia). Kegiatan difokuskan pada pemulihan fungsi layanan dasar masyarakat pascabencana, meliputi penyediaan air bersih, energi listrik darurat, dan layanan kesehatan dasar.
Fokus Pemulihan Berbasis Kebutuhan Lapangan
Berbeda dari bantuan yang bersifat konsumtif semata, intervensi UNS dirancang berbasis kebutuhan riil masyarakat dan keberlanjutan fungsi fasilitas publik. Di Jorong Toboh, Kecamatan Malalak Timur, tim menyalurkan bantuan logistik kepada 136 penyintas, memasang tandon air 1.000 liter, mendistribusikan filter air siap minum, serta menyediakan power pack, panel surya portabel, dan genset untuk mendukung aktivitas darurat masjid dan layanan publik. Bantuan farmasi juga disalurkan ke Puskesmas Malalak Timur.
Sementara itu, di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan (Jorong Kayu Pasak Selatan dan Kampung Tengah Barat), tim UNS menyalurkan bantuan kepada 172 penyintas, membangun tiga instalasi tandon air 1.000 liter lengkap dengan pompa submersible, mendistribusikan 26 unit filter air siap minum, serta menyediakan genset dan power pack bagi sekolah, puskesmas, dan posko kebencanaan setempat.

Dampak Nyata bagi 308 Penyintas
Secara keseluruhan, program ini memberikan manfaat langsung kepada 308 penyintas banjir bandang. Secara kualitatif, kegiatan ini berhasil memperbaiki akses masyarakat terhadap air bersih dan air minum layak, memastikan ketersediaan listrik darurat bagi fasilitas layanan publik, serta memperkuat layanan kesehatan primer pascabencana. Koordinasi lintas institusi juga berjalan efektif, memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan akuntabel
Didukung Pendanaan Pemerintah dan Kolaborasi
Kegiatan pengabdian ini didukung oleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebesar Rp 481 juta, serta dukungan dari HIPELKI dan partisipasi masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan terdokumentasi secara sistematis sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pembelajaran untuk penguatan program pengabdian berbasis dampak di masa depan.
Komitmen LPPM UNS
Melalui kegiatan ini, LPPM UNS menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam respon cepat kebencanaan, tidak hanya sebagai penyedia bantuan, tetapi juga sebagai mitra pemulihan layanan dasar masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna, dan kolaborasi lintas sektor.

