Kamis, 6 Oktober 2011, bertempat di Grand Setiakawan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (LPPM UNS) menyelenggarakan workshop calon reviewer internal UNS. Kegiatan ini merupakan implikasi desentralisasi atau kemandirian penelitian yang diperoleh LPPM UNS dari DP2M Dikti yang penerapannya dimulai pada tahun 2012, dimana segala mekanisme dan pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (P2M) berdasarkan pada sistem penjaminan mutu penelitian perguruan tinggi.

Hal ini selaras dengan Ketua Pelaksana sekaligus Tim Pengembang LPPM UNS bidang Penguatan Pusat dan Integrasi, Dr. Ir. Supriyadi, MP saat pembukaan workshop calon reviewer internal UNS, “Workshop pada hari ini merupakan salah satu bagian dari sistem penjaminan mutu penelitian perguruan tinggi yang terdiri dari administrasi penelitian, sistem usulan P2M, seleksi usulan P2M dan instrumen penilaian, perubahan desain operasional dan pembahasan operasional P2M, pedoman dan instrumen monitoring dan evaluasi serta sistematika laporan hasil penelitian, artikel ilmiah dan potensi HaKI”.

“Kegiatan ini diikuti oleh 44 peserta (calon reviewer UNS) yang berasal dari sembilan fakultas di lingkungan UNS (Fakultas MIPA, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Hukum) dan tujuan worshop ini adalah untuk menghasilkan reviewer yang baik dan benar di dalam mereview suatu proposal dengan obyektif, independen dan bertanggung jawab secara ilmiah”, tambahnya lagi.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua LPPM UNS, Prof. Dr. Sunardi, MSc menyampaikan beberapa informasi seputar P2M kepada calon reviewer, salah satunya adalah kebanggan UNS yang ternyata judul penelitian yang direview dalam skim penelitian hibah Dikti kuantitasnya tertinggi (99 judul penelitian) bila dibandingkan perguruan tinggi lain di Indonesia seperti UGM.

Di samping itu Prof. Sunardi juga menginformsikan bahwa pada tahun 2012 sebagai perguruan tinggi yang pengelolaan P2M terdesentralisasi, UNS melalui LPPM akan memperoleh hibah hingga 3,3 M pada skim penelitian unggulan di bidang perubahan iklim dan keanekaragaman hayati; energi baru dan terbarukan; serta ketahanan dan keamanan pangan.

“Untuk bisa meraih hibah 3,3 M dalam skim penelitian Dikti para peneliti harus memiliki roadmap penelitian yang selaras dengan roadmap yang telah dibakukan dalam rencana Induk Penelitian (RIP) dan memiliki grup penelitian (research group) “, terang Prof. Sunardi.

“Selain 3,3 M dari Dikti, UNS juga berupaya mendukung peningkatan kualitas P2M khususnya publikasi hasil penelitian dengan mengalokasikan 10 % anggaran PNBP UNS”, ungkapnya lagi.

Pengalokasian 10% anggaran PNBP UNS untuk P2M telah diperkuat dengan diterbitkannya Surat Keputusan Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor : 337/UN27/HK/2011 mengenai pengelolaan anggaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (P2M) dari dana PNBP di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS). Hibah P2M tersebut diperuntukkan bagi bidang kajian pengentasan kemiskinan; perubahan iklim dan keanekaragaman hayati; energi baru dan terbarukan; ketahanan dan keamanan pangan; kesehatan, penyakit tropis, gizi, dan obat-obatan; pengelolaan dan mitigasi bencana; integrasi nasional dan harmoni sosial; otonomi daerah dan desentralisasi; seni dan budaya/industri kreatif; infrastruktur, transportasi, dan teknologi pertahanan; teknologi informasi dan komunikasi; pembangunan manusia dan daya saing bangsa.

Oleh karena itu, workshop calon reviewer internal UNS diharapkan dapat diciptakan beberapa reviewer yang independen dan bertanggungjawab secara ilmiah di ranah internal UNS, regional maupun nasional. “Dari workshop ini akan diseleksi beberapa orang yang layak untuk mendapatkan sertifikat sebagai reviewer, dimana sertifikat tersebut akan disahkan oleh Rektor UNS dan berlaku selama 2 tahun”, jelas Prof. Sunardi.

Para reviewer tersebut, bila ada review di lingkungan UNS dapat dilibatkan dan dioptimalkan. Sedangkan bila ada permintaan dari perguruan tinggi lain se Indonesia para reviewer yang terpilih ini akan disalurkan untuk memenuhi permintaan tersebut.