Tahun 2012, menjadi momentum yang sangat berarti terutama bagi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (LPPM UNS) sebagai research center of excellence (pusat penelitian unggulan) dalam meningkatkan kualitas maupun kuantitas Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M). Bukan saja desentralisasi penelitian yang memberikan wewenang kepada LPPM UNS untuk mengelola beberapa skema penelitian yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Dikti secara mandiri, pada tahun ini LPPM UNS juga mempersiapkan diri untuk mengembangkan P2M yang dikompetisikan secara internal UNS dengan pendanaan dari anggaran PNBP UNS.

Hal tersebut didasarkan pada Keputusan Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor : 337/UN27/HK/2011 tentang pengelolaan anggaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (P2M) dari dana PNBP di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS). Secara eksplisit, surat keputusan tersebut menerangkan bahwa UNS mengalokasikan 10% dari anggaran PNBP pertahun untuk kegiatan P2M, anggaran P2M tersebut dikelola secara terintegrasi oleh LPPM dengan berkoordinasi dengan semua Fakultas dan Program Pascasarjana, arah kegiatan P2M mengacu kepada kebijakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Ditjen Dikti dengan tetap memperhatikan kepentingan semua Fakultas dan Program Pascasarjana, dan setiap dosen yang melaksanakan P2M dengan dana PNBP wajib mempublikasikan hasilnya dalam jurnal nasional/internasional yang mekanisme pengendaliannya diatur oleh LPPM.
Sementara itu, Ketua LPPM UNS, Prof. Dr. Sunardi, MSc membenarkan adanya Surat Keputusan Rektor tentang pengelolaan anggaran P2M dari dana PNBP UNS, ” untuk anggaran tahun 2012 UNS mengalokasikan 10% dari dana PNBP UNS bagi P2M yang pengelolaannya diamanatkan kepada LPPM UNS dan kita sudah tindaklanjuti dengan menyusun panduan bagi skema yang ditawarkan, yang saat ini masih dalam proses”.

“Dalam waktu dekat ini panduan akan kita launching dan diharapkan akhir tahun 2011 para dosen yang berminat berkompetisi memenangkan nbso online casino reviews hibah P2M dari PNBP UNS tersebut dapat mengajukan proposal dan pada awal tahun 2012 hasil seleksinya dapat kita umumkan”, jelas Prof. Sunardi.

Adapun skema-skema P2M dana 10% PNBP UNS yang ditawarkan merupaka skema P2M DP2M Dikti program penelitian hibah, seperti hibah bersaing, penelitian fundamental, hibah penelitian kerjasama antara perguruan tinggi (PEKERTI), hibah penelitian pasca sarjana, penelitian disertasi doktor, pengabdian monotahun (IbM), serta pengabdian multitahun (IbK, IbIKK, IbPE) dalam ruang lingkup bidang pengentasan kemiskinan; perubahan iklim dan keanekaragaman hayati; energi baru dan terbarukan; ketahanan dan keamanan pangan; kesehatan, penyakit tropis, gizi, dan obat-obatan; pengelolaan dan mitigasi bencana; integrasi nasional dan harmoni sosial; otonomi daerah dan desentralisasi; seni dan budaya/industri kreatif; infrastruktur, transportasi, dan teknologi pertahanan; teknologi informasi dan komunikasi; pembangunan manusia dan daya saing bangsa.

“Untuk setiap skema P2M yang ditawarkan harus dijalankan berdasarkan riset grup (research group) bukan individu dan produk luaran P2M dengan dana 10% PNBP UNS minimal publikasi di jurnal nasional maupun internasional”, terang Prof. Sunardi lagi.

“Bagi P2M dengan dana 40 jutaan luarannya publikasi di jurnal nasional, sedangkan yang memenangkan dana 100 jutaan luarannya publikasi di jurnal internasional dan dengan upaya tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya UNS menuju World Class University “, harap Prof. Sunardi. (Sumber : Buletin IV/2011).