Kata kunci : Sibermas, pendapatan masyarakat, kemandirian, kemasyarakatan.

Anantanyu, Suminah*)
LPPM UNS, Pengabdian, Dikti, Sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat, 2007.

Program Sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat (SIBERMAS) Tahun III, yang melibatkan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Muhamadi-yah Surakarta (UMS) dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, merupakan upaya nyata Perguruan Tinggi dalam meningkatkan relevansi dan kualitas pelayanan kepada ma-syarakat dengan menyebarkan hasil penelitian0 terapan, kaji tindak maupun paket teknologi tepat guna untuk dimanfaatkan dalam kegiatan produktif dan meningkatkan mutu kehidupan masyarakat. Selain itu, SIBERMAS sebagai wahana meluaskan wawasan dan pengalaman perguruan tinggi mengenai keperluan dan masalah nyata yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan SIBERMAS di Kecamatan Manyaran Kabupaten Wonogiri se-cara spesifik bertujuan: (1) Meningkatkan pendapatan masyarakat; (2) Meningkat-kan PAD Kabupaten Wonogiri melalui pemberdayaan potensi masyarakat di bidang pertanian, peternakan, koperasi dan usaha/home industri; (3) Meningkatkan pengetahuan, kemam-puan dan ketrampilan masyarakat; (4) Meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat dan mengembangkan  jiwa kewirausahaan; (5) Meningkat-kan dan merubah sikap dan perilaku positif dari masyarakat dalam upaya menunjang terwujudnya masyarakat mandiri.
Pelaksanaan Program SIBERMAS tahun ke-3 merupakan tindak lanjut dari Program tahun pertama dan tahun kedua yang  dilakukan di tiga desa, yaitu: Desa Ke-puhsari, Desa Pijiharjo dan Kelurahan Pagutan Kecamatan Manyaran Kabupaten Wono-giri Propinsi Jawa Tengah. Pada tahun ke-3 ini, kegiatan melibatkan staf pengajar lintas disiplin ilmu sesuai keahlian yang dimiliki dengan mendasarkan pada  base data yang diperoleh pada tahun pertama. Base data yang merupakan profil wilayah dan masyarakat sasaran diperoleh melalui kegiatan KKPM (Kuliah Kerja Pemberdayaan Masyarakat) mahasiswa, baik dari UNS maupun UMS Surakarta. Dalam pelaksanaan KKPM, mahasiswa dan fasilitator lokal menggunakan metode-metode PRA (Partici-patory Rural Appraisal) dan RRA (Rapid Rural Appraisal) dalam menggali fakta dan potensi masyarakat.
Kegiatan Sibermas Tahun III ini diarahkan pada penanganan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sasaran.  Berdasarkan fakta yang terkumpul (data base) dan hasil-hasil lokakarya stakeholder dirumuskan permasalahan melalui berbagai perspektif disiplin keilmuan yang berbeda. Berbagai alternatif pemecah-an permasalahan yang dihadapi masyarakat sasaran dikemas dalam berbagai usulan (proposal) pengabdian best online casino kepada masyarakat oleh Perguruan Tinggi. Kegiatan-kegiatan yang diusulkan mencakup aspek-aspek: Fasilitasi, memberikan bantuan teknis dan peralatan dalam rangka mem-perlancar kegiatan pemberdayaan ekonomi produktif keluarga, dan Edukasi, pendam-pingan dan penyuluhan dalam upaya memberdayakan potensi kegiatan ekonomi produktif keluarga.
Melalui dua sumber pembiayaan, Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Di-rektorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun ke-3 Program Sibermas melaksanakan 21 kegiatan, yaitu: (1) Pelatihan pengolahan aneka produk pangan berbahan baku Kacang Hijau, (2) Pengembangan Pemasaran Kacang Oven Melalui  Penerapan Penjaminan Mutu Serta Pendampingan Pemasaran, (3) Upaya Mengurangi Gagal Panen Produksi Kedelai Dengan Tanpa Olah Tanah Pada Sawah Tadah Hujan,  (4) Pemanfaatan Limbah Jambu Mete dan Urine Sapi Menjadi Bio Starter Dalam Pembuatan Pupuk Organik, , (5) Introduksi Perontok dan Pengupas Kedelai di Kec. Manyaran,  (6) Penerapan Pupuk Organik Hasil Demplot Pembuatan Pupuk Organik Untuk peningkatan Harkat Kesuburan Tanah dan Hasil Tanaman Sayuran,  (7) Rancangan Alat Sortasi Biji Mete Sistem Fibrasi Semi Otomatis Untuk meningkatkan Produktivitas Pengolahan Biji Mete di Desa Pijiharjo Kec. Manyaran, (8) Penerapan Tehnologi Budidaya Ayam Kampung Secara Semi Intensif Sebagai Upaya Unuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Kepuhsari,  (9) Diversivikasi Olahan Jambu Mete Menjadi aneka Produk Makanan dan Minuman Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Pendapatan, (10) Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Pijiharjo Melalui Budidaya Itik Tanpa Air, (11) Demplot Aplikasi Teknologi Biogas Dengan Pemanfaatan Kotoran sapi Dalam Upaya Meningkatkan Pengelolaan Pertanian Terpadu  di Kec.Manyaran, (12) Perancangan Website dan Media Promosi Untuk Meningkatkan Produksi Kerajian dan Makanan Kecil Melalui Media Komunikasi Visual, (13) Pemanfaatan Aneka Koro Lokal Menjadi Produk ”Mixed Nuts” sebagai Alternatif Wira Usaha di Kec. Manyaran, (14) Penggunaan Pupuk Dolomit sebagai Sumber Hara Ca dan Mg Meningkatkan Hasil dan Kualitas Kacang Tanah di Kec. Manyaran, (15) Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Menjadi Kerupuk Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Kepuhsari, (16)  Peningkatan Kualitas Produk dan Kemasan Kripik Tempe Melalui Introduksi Alat Tepat Guna, (17) Pemanfaatan Potensi Ketela Pohon Menjadi Pangan Bernilai Ekonomi Tinggi, (18) Pengembangan Produk Karak Gaplek dari Aspek Proses Produksi, Pengemasan dan Pemasaran, (19) Pemanfaatan dan Pengembangan Desain Limbah Kayu Jati Menjadi Kerajianan Handicraf Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat, (20) Pemanfaatan Koro Benguk Menjadi Produk Fermentasi (Kecap), dan (21) Regulasi Bantuan Modal Usaha Sebagai Tindak Lanjut Hasil Pelatihan Tahun II Bagi UKM yang Berjalan Lancar.