agro-duren2duren-23Kepala LPPM UNS, Prof. Dr.Ir. Darsono, Sabtu (24/1/2015), bersama sejumlah pakar lintas disiplin melakukan observasi lapangan untuk pengembangan kawasan melalui berbagai pendekatan ilmu. Di kebun warisan keluarga Djauhari seluas lebih 40 hektar yang dikelola Ny. Murwati, di Dusun Kuripan, Desa Wonolopo, Kec. Mijen, LPPM UNS mengujicoba bibit durian kualitas unggul bersertifikat.

“Kawasan Mijen ini, meskipun wilayah perkotaan namun masih relatif hijau dan termasuk kawasan perawan. Kita berharap, di kawasan seperti ini dapat berkembang sebagai kebun plasma nutfah. LPPM UNS akan mengembangkan program hilirisasi penelitian dan riset yang langsung bisa dirasakan masyarakat di tempat ini,” ungkap Ketua LPPM UNS Prof. Darsono.

Dr. Endang Yuniastuti yang pertama menemukan kawasan potensial tersebut hampir lima tahun lalu, mengungkapkan, di Mijen banyak pohon durian dengan buah besar namun rasanya seperti singkong. Menurut dia, kawasan tersebut online casino memang cocok untuk pengembangan budidaya buah-buahan, khususnya durian dengan mengganti pohon durian berusia puluhan tahun di kebun masyarakat dengan yang bekualitas bagus, dikawasan ini tertanam aneka jenis Durian, seperti durian petruk, bagong,sunan dan otong.

Dalam upaya peremajaan tanaman durian tersebut, sambung Dr. Endang, dia mengujicoba berbagai varietas, seperti matahari, sunan, otong yang mirip montong Thailand, durian petruk dan durian hasil pemuliaan tanaman lainnya. Bahkan  tim peneliti Dr. Endang Yuni juga  sedang mengembangkan varietas durian yang berkualitas lebih tinggi yang akan dinamakan “durian Semar yang ” karena daging buahnya yang gemuk, Semar yang bisa juga diartikan Sebelas Maret.

Humas LPPM