Studi Peningkatan Efisiensi Melalui Pengendalian Exciton Blocking Layer Pada

Kata kunci: exciton blocking layer, sel surya organik, phthalocyanine.

Nurosyid, Fahru; Supryanto, Agus; Masykur, Abu; Triyana, Kuwat; Wega, Trisunaryanti*)
Fakultas MIPA UNS, Penelitian, Dikti, Hibah Pekerti, 2006.
Telah dilakukan Studi Peningkatan Efisiensi Melalui Pengendalian Exciton Blocking Layer Pada Sel Surya Organik Berbasis Phthalocyanine Sebagai Sumber Energi Alternatif Terbarukan Yang Ramah Lingkungan. Pada tahun pertama dalam penelitian ini dititik beratkan untuk mendapat suatu disain (prototip) baru sel surya organik yang murah dan berefisiensi tinggi dengan struktur ITO/CuPc/Ag dan memperoleh informasi mengenai parameter-parameter yang bertanggung jawab terhadap peningkatkan efisiensi sel surya ITO/CuPc/Ag. Aktivitas ini dimulai dengan optimasi evaporator dilakukan variasi arus elektroda evaporator untuk memperoleh laju deposisi yang berbeda. Variasi dilakukan dari arus 35 A, 40A, dan 45 A . Variasi massa CuPc yang dideposisi dari 50 mg, 100 mg, dan 150 mg diharapkan menghasilkan variasi ketebalan lapisan tipis yang terbentuk.
Lapisan tipis CuPc dikarakterisasi meliputi sifat fisis, sifat optik dan sifat listrik Karakterisasi sifat fisis adalah pengujian morfologi permukaan dengan SEM (scanning, electron Microscope), ketebalan lapisan CuPc yang dideposisi, karakteristik struktur kristal yang terbentuk dengan XRD. Kemudian sifat optik menggunakan UV-Vis Spectrometer dan uji photorespon dengan pengukuran I-V dalam keadaan terang atau gelap.
Dari hasi Foto SEM tampak tampang lintang lapisan menunjukan ketebalan lapisan yang terdeposisi pada subtrat ITO, dan dari pengukuran ketebalan diperoleh bahwa semakin banyak massa yang diposisi semakin tebal lapisan yang terbentuk Dari hasil karakterisasi XRD variasi arus (gambar 10) tampak bahwa pada penggunaan arus kecil 35 Amper tidak ada puncak dari grafik hasil spectrum XRD atau dengan kata lain lapisan masih amorf. Dengan kenaikan arus 40 Amper tampak 1 puncak yang cukup signifikan pada 2θ = 7,42° dengan bidang hkl (100) dan puncak tersebut mengecil pada lapisan dengan deposisi arus 45 A. Variasi arus yang dilakukan tidak mempengaruhi bentuk morfologi secara signifikan. Hanya pada arus 45 A tampak adanya butiran yang lebih besar dibanding dengan arus 35 dan 40 Amper. Nilai absorbansi lapisan CuPc berada pada rentang cahaya tampak (visibel light). Serapan terjadi pada range panjang gelombang antara 520 -720 nm. Hasil pengukuran fotorespon, tampak pada saat terang arus yang terukur lebih tinggi dari pada saat lapisan CuPc diukur saat gelap.
Rencana tahun kedua adalah hasil optimasi yang telah diperoleh di tahun pertama digunakan sebagai dasar pendeposisian selanjutnya. Hal yang akan dilakukan adalah optimasi penumbuhan peryline sebagai blocking layer, untuk meningkatkan efisiensi sel surya. Tahun kedua akan diperoleh desain sel surya multilayer ITO/CuPc-Paryline/Ag. Bahan inilah diharapkan sebagai sel surya yang mempunyai efisiensi tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.