Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2006 – 2008) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) yang telah dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (LPPM UNS) khususnya dari DP2M Ditjen Dikti terus mengalami progresifitas. Pada tahun 2006 total dana PPM Dikti yang diraih sebesar 3,8 milyar rupiah, naik hingga 7 milyar pada tahun 2007 dan 6,2 milyar pada tahun 2008.
Sedangkan pada tahun 2009 ini, LPPM UNS memperoleh hibah PPM sebesar 10,7 milyar rupiah dengan rincian 10,3 milyar rupiah diraih pada penelitian program hibah. Dan 474 juta rupiah untuk pengabdian kepada masyarakat. Berbagai keberhasilan tersebut ditangkap oleh pimpinan LPPM UNS untuk menyelenggarakan kolaborasi dengan pemerintah daerah, peneliti dan lembaga pendonor PPM.

Implementasinya, 11 Mei 2009 bertempat di aula Pasca Sarjana UNS digelar ”Rapat kerja dalam rangka persiapan pelaksanaan PPM tahun 2009”. ”Kegiatan ini merupakan implementasi visi dan misi LPPM UNS menjadi lembaga yang unggul, terpercaya dan mandiri di bidang PPM khususnya pada pengembangan dan pemanfaatan IPTEKS dan kebudayaan, yakni menghasilkan produk PPM yang berupa artikel ilmiah, teknologi tepat guna, bahan ajar dan paten/ HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) yang berkualitas”, jelas Ketua LPPM UNS, Prof. Dr. Sunardi, MSc.
Dalam acara tersebut LPPM UNS mengundang para peneliti dan pengabdi, lembaga penyandang dana serta pemerintah daerah di wilayah Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Klaten dan Pacitan, karena wilayah-wilayah tersebut menjadi lokasi PPM yang dilakukan inventor LPPM UNS. Dengan rincian Surakarta 50 lokasi penelitian dan 2 lokasi pengabdian; Boyolali 5 lokasi penelitian dan 6 lokasi pengabdian; Sukoharjo 11 lokasi penelitian dan 4 lokasi pengabdian; Karanganyar 15 lokasi penelitian dan 1 lokasi pengabdian; Wonogiri 2 lokasi penelitian; Sragen 1 lokasi penelitian; Klaten 4 lokasi penelitian dan 2 lokasi pengabdian serta Pacitan 2 lokasi penelitian.
”Keberlangsungan acara pada hari ini diharapkan menjadi awal terciptanya sinergi antara akademisi, pemda serta penyandang dana yang akan dilanjutkan dengan kegiatan publikasi yang berupa seminar hasil PPM yang melibatkan unsur pemda, masyarakat, dan pebisnis yang dipresentasikan oleh inventor sesuai dengan lokasi PPM. Sehingga produk-produk hasil PPM dapat diadopsi dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas”, tambah Prof. Sunardi.