Peneliti LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil mengembangkan dan membuktikan kehandalan teknologi gasifikasi cangkang sawit pada proses produksi campuran aspal panas.

Melalui pendanaan Grant Riset Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), peneliti LPPM Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Dr. Sunu H Pranolo, Dr. Joko Waluyo, Ir. Ary Setyawan, Ph.D., dan Dr. Prabang Setyono bersama dengan mitra fabrikator alat gasifikasi PT. Bara Energi Biomas berhasil mengembangkan dan membuktikan kehandalan teknologi gasifikasi cangkang sawit hasil pengembangan ini untuk keperluan pemanasan agregat tanpa penurunan kualitas campuran beraspal panas maupun kualitas jalan raya hasil penggelaran dengan campuran beraspal panas tersebut. Kolaborasi Perguruan Tinggi, Pemerintah dan Industri pada kajian ini sebagai inisiasi menuju Inovasi Era Industri 4.0 di Indonesia.

Pemanfaatan cangkang sawit selain karena nilai kalor pembakarannya relatif tinggi (17 – 19 MJ/kg) dibanding biomassa lain, ketersediaannya juga cukup melimpah terutama di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan tempat pembangunan infrastruktur jalan raya dikembangkan secara masif.

Manfaat dari hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai pertimbangan ilmiah pengesahan dan penerbitan kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terhadap penggunaan gas hasil gasifikasi cangkang sawit di samping bahan bakar fosil untuk sumber energi pemanas agregat pada proses produksi campuran beraspal panas.

Baca selengkapnya, https://www.bpdp.or.id/didukung-bpdpks-peneliti-usm-kembangkan-gasifikasi-cangkang-sawit-pada-produksi-campuran-aspal-panas