• Cougar

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Lions

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Snowalker

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Howling

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Sunbathing

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Posts tagged: bengkel R. Win

Mempersiapkan Lulusan Yang Siap Mandiri untuk Memasok Komponen-Komponen Industri dan Otomotif Melalui Magang di Bengkel Konstruksi Mesin.

Kata Kunci : magang kewirausahaan, bengkel SBM, bengkel R. Win

Triyono, Joko; Raharjo, Wahyu Purwo*)
Fakultas Teknik UNS, Pengabdian, Dikti, MKU, 2006.
Pada kegiatan ini, dilakukan kegiatan magang kewirausahaan di 2 bengkel yang berbeda yakni bengkel R. Win dan bengkel Sinar Bengawan Machinery (SBM). Kegiatan yang dilakukan di bengkel pertama membuat pagar, tralis, pegangan rumah tangga dan kanopi. Sedangkan bengkel yang kedua spesialis membuat roda gigi untuk keperluan industri dan otomotif. Para peserta magang berasal dari jurusan Teknik Mesin S-l 3 orang, Teknik Mesin Otomotif D-3 2 orang dan Teknik Mesin D-3 Produksi 1 orang.
Pelaksanaan magang selama 6 minggu efektif, dimulai tanggal 3 Juli hingga 12 Agustus 2006. Para peserta magang dibagi ke dalam 2 kelompok. Kelompok mahasiswa S-l dan kelompok D-3. Masing-masing kelompok melakukan magang di 2 bengkel. Kelompok yang pertama melaksanakan magang dulu di bengkel SBM selama 3 minggu sementara kelompok yang satunya di bengkel R. Win. Selanjutnya dilakukan rotasi magang.
Berdasarkan pelaksanaan magang, karena peserta harus melakukan magang di 2 bengkel, maka setelah mereka menyelesaikan magang di bengkel pertama, mereka harus magang di bengkel kedua. Hal ini mengakibatkan keterlambatan proses transfer nilai-nilai kewirausahaan karena mereka harus menyesuaikan diri lagi di lingkungan yang baru. Namun demikian para peserta sudah bisa membuat semua komponen yang dibuat di bengkel, meskipun waktu yang diperlukan lebih lama dari karyawan setempat. Peserta juga sudah bisa merancang, membuat dan memasang pagar tralis dan pegangan tangga sendiri.