• Cougar

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Lions

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Snowalker

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Howling

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Sunbathing

    LPPM UNS

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Posts tagged: magang kewirausahaan

PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN CALON WIRAUSAHA BARU MELALUI PEMAGANGAN USAHA TANAMAN HIAS DI DENI NURSERY DAN GARDENING KARANGANYAR

Kata Kunci : Magang Kewirausahaan, Tanaman Hias

Triharyanto Eddy*)
LPPM UNS, Pengabdian, DP2M, MKU, 2009

Kegiatan magang kewirausahaan ini bertujuan mningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan ktrampilan yang dimiliki, mendorong dan memfasilitasi mahasiswa agar dapat mengenali potensi diri yang bisa dikembangkan dan mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan riil, memberikan pengalaman praktis berwirausaha bagi mahasiswa UNS, serta memotivasi dan mendorong mahasiswa untuk menjadi wirausahawan. Target dari kegiatan ini adalah semua peserta magang dapat mengajukan business plan/rencana usaha dengan berbasis IPTEKS, serta 60% dari peserta magang yang mengajukan rencana usaha siap merealisasikan pengetahuan dan keterampilannya untuk menjadi wirausaha baru. Jumlah peserta magang adalah 11 mahasiswa, yang berasal dari: 4 mahasiswa Fakultas Pertanian, 4 mahasiswa berasal dari FKIP, 1 mahasiswa Fakultas Kedokteran, 1 mahasiswa Fakultas Hukum, serta. 1 mahasiswa Fakultas Sastra dan Seni Rupa. Keseluruhan peserta duduk di semester VI, VIII dan X dimana semester tersebut mahasiswa sudah selesai menempuh mata kuliah teori, dan sedang menyelesaikan tugas akhir. Motivasi mahasiswa yang mengikuti magang kewirausahaan secara umum adalah mereka ingin belajar secara langsung bagaimana mengelola usaha mikro kecil menengah di bidang tanaman hias.Tempat pelaksanaan magang adalah di Deni Nursery dan Gardening Karanganyar. Waktu magang selama 4 bulan dengan tahapan kegiatan; kurang lebih 2 bulan untuk persiapan dan pembekalan, 1 bulan untuk pelaksanaan magang dan 1 bulan pelaporan. Untuk mencapai tujuan tersebut metode yang digunakan meliputi: (1) Penyeleksian calon peserta magang yang potensial untuk dimagangkan; (2) Pembekalan materi yang memadahi; (3) Pelaksanaan magang dengan rencana kerja dan penjadwalannya, (4) Pengarahan, pembinaan, monitoring dan evaluasi secara terprogram (5) Pelaporan. Pendekatan kekeluargaan oleh Tim dan Pengelola Deni Nursery dan Gardening Karangnyar kepada peserta magang merupakan strategi dan juga metode yang dilaksanakan dalam program magang ini.

Peningkatan Profesionalisme dan Kemandirian Mahasiswa Melalui Magang Kewirausahaan di Perusahaan Peternakan Sapi Potong CV. Argo Liman Wonogiri dalam Menghadapi Persaingan Kerja dan Mencetak Calon Wirausaha Baru

Kata kunci: magang kewirausahaan, peternakan, sapi potong.

Chamdi, Achmad Nur; Sihombing, Ginda; Pratitis S.S., Wara*)
Fakultas Pertanian UNS, Pengabdian, Dikti, Magang Kewirausahaan, 2007.

Tujuan kegiatan Magang Kewirausahaan (MKU) ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan penjiwaan kewirausahaan di kalangan mahasiswa, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan kalangan masyarakat di perusahaan, dan memacu motivasi kewirausahaan mahasiswa untuk menjadi calon wirausaha baru dalam bidang usaha peternakan sapi potong.
Kegiatan Magang Kewirausahaan tersebut telah dilakukan di perusahaan peternakan sapi potong CV. Argo Liman, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri pada tanggal 3 – 24 September 2007. Jumlah peserta magang sebanyak 10 mahasiswa Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian UNS Surakarta. Proses pemagangan tersebut dimulai dari tahapan seleksi, pembekalan, pemagangan, dan penyusunan makalah pengamatan khusus. Hasil magang menunjukkan bahwa pelaksanaan magang tersebut mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa di bidang wirausaha sapi potong, yang ditandai dengan keaktifan mahasiswa mengikuti semua kegiatan yang meliputi aspek pemeliharaan ternak, perkandangan ternak, pakan ternak, penanganan dan pemasaran telur, pemanfaatan limbah peternakan, penanganan kesehatan ternak, dan manajemen personalia dan administrasi, serta tersusunnya makalah pengamatan khusus selama proses pemagangan. Disimpulkan bahwa pelaksanaan Magang Kewirausahaan tersebut tercapai sesuai tujuan dan target yang telah ditetapkan.

Magang Kewirausahaan Pembentukan Calon Wirausaha Baru Melalui Program Pemagangan Pada Kerajinan Batik di Perkampungan Batik Laweyan Surakarta.

Kata Kunci: magang kewirausahaan, wirausaha baru, kerajinan batik

Riani, Asri Laksmi; Legowo, Edy; Kurniadi, Edi; Ranupandojo, Djoseno*)
LPPM UNS, Pengabdian, Dikti, MKU, 2006.
Kegiatan magang kewirausahaan ini bertujuan membekali mahasiswa di bidang kewirausahaan, sehingga kelak mereka menjadi calon wirausaha baru berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Target yang diharapkan tercapai melalui kegiatan magang ini yaitu: Setelah mengikuti program pemagangan, peserta akan menjadi WUB (Wira Usaha Baru) yang berkemampuan dan menerapkan managerial di dalam menjalankan usaha yang sesuai dengan keinginan (minat dan bakat) yang dimilikinya, baik usaha mandiri maupun melakukan usaha kelompok.
Jumlah peserta magang adalah 11 mahasiswa, yang berasal dari: yaitu 2 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi: 1 jurusan manajemen dan 1 studi ilmu pembangunan, dan 9 mahasiswa dari Fakultas Sastra dan Seni Rupa yang terdiri dari 2 jurusan kriya seni, 4 seni murni dan 3 desain interior. Para mahasiswa tersebut duduk di semester VIII (delapan). Pada semester tersebut mahasiswa sudah selesai menempuh mata kuliah teori, dan sedang menyelesaikan tugas akhir.
Motivasi mahasiswa yang mengikuti magang kewirausahaan secara umum adalah mereka ingin belajar secara langsung bagaimana mengelola usaha batik dan secara khusus mereka berharap mendapatkan pengalaman belajar dalam bidang : (1) manajemen SDM (2) design batik; (3) pengolahan limbah; dan (4) merintis usaha baru berdasarkan pengalaman yang akan diperoleh selama magang.
Tempat magang adalah di Batik Merak Manis. Waktu kegiatan magang selama 2 bulan untuk persiapan dan pembekalan dan 2 bulan untuk pelaksanaan magang dan evaluasi. Untuk mencapai tujuan tersebut metode yang digunakan meliputi: (1) penyeleksian calon peserta magang yang potensial untuk dimagangkan; (2) Pembekalan materi yang memadahi; (3) Penetapan target yang hendak dicapai; (4) Pelaksanaan magang dengan rencana kerja dan penjadulannya, (5) Pengarahan, pembinaan, monitoring dan evaluasi secara terprogram. Pendekatan kekeluargaan oleh Tim dan Pengelola Batik Merak Manis kepada peserta magang merupakan strategi dan juga metode yang dilaksanakan dalam program magang ini.

Penyiapan Calon Wirausaha yang Mandiri dan Profesional Melalui Magang Kewirausahaan pada Perusahaan Peternakan Sapi Potong CV. Palem An-Nuur Nguter Sukoharjo dalam Upaya Mendukung Pembangunan Sumberdaya Manusia yang Berkualitas, Berdaya Saing dan Berwawasan Agribisnis.

Kata kunci: magang kewirausahaan, peternakan, sapi potong.

Chamdi, Achmad Nur; Sihombing, Ginda; S.S, Wara Pratitis*)
LPPM UNS, Pengabdian, Dikti, MKU, 2006.
Tujuan kegiatan Magang Kewirausahaan (MKU) ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan penjiwaan kewirausahaan di kalangan mahasiswa, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan kalangan masyarakat di perusahaan, dan memacu motivasi kewirausahaan mahasiswa untuk menjadi calon wirausaha baru dalam bidang usaha peternakan sapi potong.
Kegiatan Magang Kewirausahaan tersebut telah dilakukan di perusahaan peternakan sapi potong CV. Palem An-Nuur, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 8-28 September 2006. Jumlah peserta magang sebanyak 10 mahasiswa Jurusan Produksi Ternak Fakultas Pertanian UNS Surakarta. Proses pemagangan tersebut dimulai dari tahapan seleksi, pembekalan, pemagangan, dan penyusunan makalah pengamatan khusus. Hasil magang menunjukkan bahwa pelaksanaan magang tersebut mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa di bidang wirausaha sapi potong, yang ditandai dengan keaktifan mahasiswa mengikuti semua kegiatan yang meliputi aspek pemeliharaan ternak, perkandangan ternak, pakan ternak, penanganan dan pemasaran telur, pemanfaatan limbah peternakan, penanganan kesehatan ternak, dan manajemen personalia dan administrasi, serta tersusunnya makalah pengamatan khusus selama proses pemagangan. Disimpulkan bahwa pelaksanaan Magang Kewirausahaan tersebut tercapai sesuai tujuan dan target yang telah ditetapkan.

Magang Kewirausahaan Di Bengkel Resmi Honda AHASS Untuk Menghasilkan Outcome Lulusan Yang Siap Kerja Dan Wirausaha.

Kata Kunci: Magang  kewirausahaan, MKU, bisnis plan.

Arifin, Zainal; Diharjo, Kuncoro; Triyono*)
LPPM UNS, Pengabdian, Dikti, MKU, 2006.
Kurikulum Program D III Otomotif Jurusan Teknik Mesin telah ada Mata kuliah Kerja Praktek dan kewirausahaan (KWu). Pelaksanaan KP biasanya dilakukan kurang dari 2 bulan dan mahasiswa tidak diperankan sebagai karyawan. Perkuliahan KWu pun hanya dilakukan di kelas. Di lain hal, konsentrasi keahlian perbengkelan otomotif dikembangkan di Program D III otomotif, baik yang dilakukan secara teori maupun praktek. Selain itu, kerjasama jurusan Teknik Mesin UNS dengan AHASS TJM sudah dijalin sejak tahun 2004 dalam bentuk kegiatan Bengkel Peduli Teknik Mesin 2004. Hal yang menarik lagi adalah terbukanya peluang wirausaha di bidang perbengkelan yang tak pernah jenuh. Oleh karena itu, kegiatan magang MKU yang dikhususkan di bidang perbengkelan dengan memposisikan AHASS TJM sebagai mitra dipandang penting untuk dilakukan.
Tahap awal pelaksanaan MKU adalah pembekalan peserta dengan materi “Pentingnya Membangun Jiwa Wirausaha” dan “BISNIS PLAN”. MKU dilaksanakan selama 2 bulan aktif di industri dan dilanjutkan 1 bulan pasif di kampus untuk membuat laporan. Jumlah peserta MKU ini dilakukan selama 40 jam per minggu, sesuai kerja mekanik di AHASS TJM. Jumlah peserta MKU adalah 8 mahasiswa program D III Otomotif, yang terdistribusi ke seluruh cabang bengkel AHASS TJM. Keahlian dan ketrampilan yang dipelajari peserta dikonsentrasikan pada perbengkelan mesin dan kelistrikan sepeda motor honda. Dalam melakukan kegiatannya, peserta MKU selalu didampingi oleh mekanik AHASS TJM yang berpengalaman dan dievaluasi oleh Tim MKU dan manajer bengkel. Peserta MKU diperankan sebagai mekanik, sehingga mereka sudah dapat melakukan pelayanan servis secara mandiri. Setelah kembali ke kampus, setiap peserta MKU membuat BISNIS PLAN yang dibimbing oleh Tim MKU. Kegiatan MKU ini dihargai sebagai pengganti kerja praktek 2 sks.
Hasil kegiatan MKU ini mampu mengarahkan peserta menjadi tertarik di bidang perbengkelan. Kegiatan MKU ini mampu memotivasi peserta untuk menekuni dan sekaligus memberikan ketrampilan dan keahlian di bidang perbengkelan sepeda motor. Keberhasilan kegiatan MKU ini dapat dikatakan berhasil 100% (tanpa pengunduran diri). Jiwa wirausaha peserta MKU dapat dikatakan telah tumbuh, yang diindikasikan oleh kemampuannya dalam menyusun BISNIS PLAN. Peserta MKU diharapkan memiliki masa skripsi kurang dari 4 bulan dan masa tunggu kerja atau dapat berwirausaha kurang dari 6 bulan. Peserta MKU dapat dikatakan telah mampu berwirausaha dengan membuka bengkel sepeda motor.