Kata kunci : biodisel, tanaman jarak pagar, in vitro

Yunus, Ahmad; Yuniastuti, Endang; Johar,  Jati Waluyo; Parjanto*)
Fakultas KIP UNS, Penelitian, Dikti, Hibah Bersaing, 2007

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta pada  bulan Mei sampai Desember 2007. penelitian menggunakan analisis sitologi dan disajikan secara deskriptif. Benih jarak pagar dikecambahkan dalam pot dengan media pasir malang. Pra perlakuan dengan memotong ujung akar 3–5 mm dan  dimasukkan dalam botol flakon berisi 2–3 ml kholkisin 0,2 % lalu dibungkus dengan kertas alumunium dan disimpan dalam refrigerator selama 2–4 jam, kemudian dicuci dengan akuades 3 kali. Fiksasi dilakukan dengan menggunakan Asam asetat glasial 45% dan disimpan dalam refrigerator selama 15 menit, kemudian dicuci dengan akuades 3 kali. Hidrolisis dilakukan dengan HCl 1N dan disimpan dalam oven bersuhu 60OC selama kurang lebih 5 menit tergantung besarnya bahan, kemudian dicuci dengan akuades 3 kali. Pewarnaan menggunakan Acetoorcein 2% dan disimpan dalam lemari es selama 16–24 jam tergantung ukuran bahan dan kesegaran pewarna. Squashing dengan 1–2 buah ujung akar diambil dengan pinset dan diletakkan di atas gelas benda kemudian dipotong hingga tersisa 1–2 mm dari ujung. Pengamatan menggunakan mikroskop cahaya. Kromosom tahap prometafase atau metafase awal yang menunjukkan penyebaran kromosom dengan baik dipotret dengan mikroskop-foto Nikon. Kromosom yang terdapat dalam sel masing-masing aksesi terlihat ada yang menyebar dengan baik dan ada yang tidak. Ini disebabkan karena pemencetan yang kurang sempurna sehingga kromosom kurang menyebar, atau lensa pada mikroskop yang kotor sehingga menutupi kromosom yang diamati.