Kata Kunci : Majapahit, Cenderamata, Kerajinan, Produk

Wahyuningsih, Iik Endang Siti; Sasongko, Soepono
LPPM UNS, Penelitian, DP2M, Hibah Kompetitif Penelitian Strategis Nasional, 2009

Penelitian ini didesain dalam tiga tahap yang secara umum bertujuan untuk membangun dan mengembangkan industri cenderamata sebagai penunjang Kawasan Wisata Budaya Majapahit (KWBM) atau Majapahit Park di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dan dilanjutkan ke industri kerajinan yang berorientasi ekspor. Sedangkan yang menjadi tujuan khusus pada tahap pertama ini adalah mendiskripsikan hal yang berkaitan dengan konsep penataan Majapahit Park, karakter seni budaya Majapahit sebagai identitas dan kekhasan produk cenderamata, potensi Sumber Daya Manusia pengrajin yang ada di Trowulan serta eksperimen dan pelaksanaan desain produk cenderamata sebagai produk sampel untuk pelatihan dan pembinaan pengrajin sebagai bentuk aplikasi penelitian tahap pertama. Metode penelitian yang digunakan pada tahap pertama ini bersifat eksploratif terhadap berbagai potensi yang terkait dengan industri kerajinan cenderamata sebagai penunjang pariwisata di Majapahit Park di Trowulan. Untuk tujuan tersebut telah dilakukan penggalian data dan informasi dari berbagai sumber dengan metode diskriptif kualitatif.
Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasannya yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan berikut di bawah ini:
1. Konsep penataan Majapahit Park di Trowulan menggunakan penataan kawasan dengan model sistem sel, artinya pengunjung diarahkan menuju ke pusat kunjungan wisata (visitor center) di area Pusat Informasi Majapahit (PIM) Setelah itu pengunjung diarahkan ke sel-sel obyek wisata situs-situs Majapahit yang tersebar disekitar kawasan Majapahit Park yang berada dalam radius 4 x 5 km dengan kendaran pribadi maupun andong yang disediakan pihak pengelola.
Di setiap sel disediakan fasilitas penunjang wisata seperti tempat parkir, tempat penjualan kuliner dan tempat penjualan cenderamata. Dari sini bisa kita lihat bahwa kebutuhan akan produk cenderamata yang khas dan spesifik dibutuhkan dalam jumlah banyak baik jumlah produk maupun variasi desainnya, karena masing-masing sel memiliki kekhasan sendiri-sendiri.
2. Kesenian Majapahit akan memberikan kekhasan serta karakter yang kuat pada produk-produk cenderamata pada Majapahit Park. Untuk itu Surya Majapahit dipilih sebagai Maskot bagi semua produk cenderamata, sebab Surya Majapahit selalu hadir pada artefak-artefak tinggalan pada masa Majapahit dan ditengarai sebagai lambang Kerajaan Majapahit. Kekhasan lain adalah banyaknya produk terakota yang mewarnai peradaban Majapahit, ini dijadikan kekhasan juga pada produk cenderamata baik karakter visualnya sperti warna merah bata, bentuk dan motif hiasan yang cenderung mengarah pada bentuk-bentuk geometrik.
3. Sumber Daya Manusia dalam bidang kerajinan di Trowulan seperti pengrajin gerabah (terakota), logam, pahat batu dan pembuat bata, dari aspek penguasaan ketrampilan (skill) cukup bagus. Produk yang dihasilkan ada dua jenis yaitu produk didasarkan pesanan khusus dan produk replika benda-benda tinggalan zaman Majapahit.
Karakter ketrampilan yang cocok dan sesuai untuk pengerjaan cenderamata adalah pengrajin logam dan gerabah, sedangkan pengrajin pahat batu kurang sesuai karena karakter ketrampilannya yang keras dan kasar, padahal pengerjaan cenderamata membutuhkan kerja yang halus dan lembut. Pada pembuat bata dari aspek ketrampilan tidak sesuai untuk pengerjaan cenderamata, tetapi ini bisa dilatih dan dibina, hal ini terkait dengan program penataan Majapahit Park yang mencoba mengalihkan usaha membuat bata yang bisa merusak situs ke dalam industri pariwisata diantaranya kerajinan cenderamata.
4. Hasil eksperimen pembuatan produk kerajinan cenderamata untuk menunjang Majapahit Park ini telah berhasil dilaksanakan dan telah terwujud dalam bentuk desain produknya yang dilengkapi produk jadinya. Jumlahnya 12 macam yaitu; 4 produk fungsi praktis yaitu tas kain, kaos (t-shirt), topi kain dan kipas tangan, 4 produk fungsi souvenir yaitu; gelang, kalung, pin dan gantungan kunci dan juga 4 produk fungsi hiasan yaitu; hiasan meja miniatur candi dan Surya Majapahit yang dilapis acrilic (mika), relief gerabah yang dibingkai kayu dan miniatur candi dari gerabah.
Berbagai pertimbangan untuk mencapai sasaran dibuatnya produk cenderamata sebagai penunjang KWBM telah diputuskan diantaranya; karakter Majapahit yang kuat, kemudahan produk untuk dibawa pulang wisatawan, harga yang terjangkau masyarakat umum dan aspek promosi yang terkandung di dalam produk tersebut setelah dibawa pulang wisatawan sehingga bisa menularkan keinginan berkunjung kepada orang lain untuk datang ke KWBM. Nantinya produk ini akan dijadikan sampel untuk pelatihan dan pembinaan pengrajin Trowulan yang akan dilakukan tahun 2010.