Kata kunci : inseminasi buatan, sexing-sperm, reproduksi, sapi perah

Riyanto, Joko; Sunarto*)
LPPM UNS, Pengabdian, DP2M, Penerapan Ipteks, 2009

Kecamatan Cangkringan dikenal sebagai daerah penghasil susu sapi perah FH (Fries Holstein) terbesar di D.I.Yogyakarta. Dari total 7.971 ekor sapi perah di Kabupaten Sleman sebanyak 3.095 ekor (38,8%) berada di Kecamatan Cangkringan dengan jumlah peternak 976 orang dan 22 kelompok. Kelompok Sarono Makmur di Desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan yang sudah lama melakukan usaha peternakan sapi perah juga mengalami kerugian akibat letusan Gunung Merapi. Peternak sapi perah berusaha bangkit dengan berbagai cara agar supaya populasi sapi perah dapat kembali mencapai 84 ekor dan produksi susu 672- 840 liter/hari seperti sebelum bencana letusan Gunung Merapi. Namun demikian manajemen perkembangbiakan masih memerlukan tindakan penerapan teknologi aplikatif dan re-empowering kelompok peternak untuk meningkatkan kinerja reproduksi sapi perah sehingga dapat mempercepat laju peningkatan populasi dan mutu serta replacement stock induk. Hal tersebut perlu dilakukan agar supaya produksi susu meningkat seiring dengan peningkatan produktivitas usaha sapi perah. Tujuan memperbaiki kinerja reproduksi sapi perah dengan perkawinan sistem Inseminasi Buatan melalui penggunaan semen beku sexing-sperm, casino online meningkatkan populasi sapi perah, meningkatkan jumlah kelahiran dan mutu pedet berjenis kelamin betina, meningkatkan persediaan calon induk replacement, meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan sapi perah, dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak sapi perah dari hasil penerapan penggunaan semen beku sexing-sperm Metode yang digunakan penyuluhan penerapan dan pelatihan pengenalan dan peragaan teknologi penerapan teknologi IB menggunakan semen beku sexing-sperm serta pelatihan berupa teknik modern usaha peternakan sapi perah, percontohan atau demoplot penerapan teknologi IB menggunakan semen beku sexing-sperm dalam suatu usaha peternakan sapi perah modern, dan evaluasi terhadap materi yang telah diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan setiap kegiatan Kesimpulan peternak Koperasi sapi Perah “Sarono Makmur” Cangkringan telah bersedia menerapkan sistem perkawinan IB menggunakan straw sexing-sperm melalui pola demo atau percontohan pada 20 orang peternak, Service per Conseption (S/C) diatas 1-5-1,7, Conception Rate 55-60% , populasi meningkat 50-70 % , ratio kelahiran pedet betina 95-97 %, dan tersedia calon induk 55-65 % dari total populasi